.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Saturday, December 14, 2013

Pemeliharaan Busana

Pemeliharaan busana sangat penting untuk menjaga kualitas bahan tekstil dan busana mulai dari struktur dan dimensi kain, kehalusan, kelangsaian, kenampakan warna dan kerapiannya. Dengan pemeliharaan yang baik maka keindahan busana tetap terjaga meskipun sudah dikenakan beberapa kali dalam waktu yang cukup lama.

Pemeliharaan dasar pada bahan tekstil atau busana  ada beberapa proses antara lain:

1. Pencucian

Pencucian dibagi menjadi pencucian dengan air dan pencucian tanpa air. Pencucian dengan air umumnya digunakan pada busana sehari-hari untuk berbagai aktivitas. Pencucian dengan air dapat dilakukan manual (dengan tangan) atau dengan mesin cuci. Pada pencucian ini dapat digunakan detergen, sabun, pembersih, pewangi, atau pemutih. Proses ini memerlukan air yang cukup banyak karena busana harus direndam dulu di air untuk memudahkan penghilangan noda atau debu.
Pencucian tanpa air (dry cleaning) adalah pencucian busana tanpa perendaman dalam air secara berlebihan. Pencucian cara ini biasanya dilakukan pada busana pesta, busana panggung, jas atau pada bahan berkualitas tinggi seperti wol, sutra, tile, brokat, dan satin. Pencucian ini dilakukan dengan zat kimia (solvent), pelembut dan pewangi tanpa perendaman dalam banyak air.

Untuk mencuci baik dengan proses menggunakan air maupun dry cleaning, perlu diperhatikan cara nya. Masing-masing bahan memiliki karakteristik tertentu. Biasanya pada busana kita temukan label. Perhatikan label tersebut untuk mengetahui langkah pencucian yang tepat. Di bawah ini label rambu mencuci menggunakan air
simbol petunjuk pencucian dengan air

Sedangkan pada pencucian profesional atau dry cleaning biasanya dieunjukkan dengan simbol berikut

simbol petunjuk pencucian profesional
 2. Penjemuran

Setelah busana dicuci, selanjutnya dijemur untuk mengeringkan. Yang perlu diperhatikan dalam penjemuran:
a. Perhatikan simbol-simbol pada busana
b. Setelah busana selesai dicuci, hendaknya diperas. Namun untuk bahan tipis jangan diperas terlalu kuat, cukup dikibaskan perlahan
c. Sebaiknya jngan menjemur di bawah matahari langsung terutama bahan batik, sutera, kaos bersablon. Dan baliklah bagian dalam ke luar sehingga warna busana luar tetap terjaga
d. Untuk bahan yang melar seperti kaos atau rajutan sebaiknya tidak digantung dengan hanger

3. Penyetrikaan

Menyetrika dapat menghilangkan kusut pada pakaian dan membuatnya rapi. Berikut tips menyetrika busana
a. Gunakan cairan pelicin busana agar bahan lebih licin dan halus
b. Kaos dan bahan bersablon dibalik dulu baru disetrika
c. Setrikalah busana sesuai aturan pada label. Tanda setrika silang berarti bahan tidak boleh disetrika, jumlah titik pada setrika menunjukkan tingkat suhu, semakin banyak titik berarti suhu setrika semakin tinggi
d. Setrikalah bahan setelah benar-benar kering agar awet dan tidak rapuh

4. Penyimpanan

Setelah selesai disetrika, busana segera disimpan di tempat penyimpanan busana. Berikut Tipsnya:
a. Simpan dalam tempat yang bersih, kering, tidak berdebu, tertutup rapat
b. Pastikan busana benar-benar kering agar tidak berbau apek
c. Jangan menyimpan di tempat yang terlalu penuh agar tidak mudah kusut
d. Busana dapat digantung atau dilipat
e. Gunakan kamper atau alat penghilang kelembapan air dan penghalau serangga

Dengan ketelatenan dalam pemeliharaan, kita dapat memiliki busana yang tampak selalu rapi dan bagus dikenakan meskipun sudah lama. Gak harus membeli baju baru terus kan?


1 comment:

  1. jawababanya bagus... akan tetapi jangan dikirim lansung dalam bentuk artikel..tetapi di simpulkan dari beberapa sumber baru dikirim...Ok

    ReplyDelete